Di usia 3 tahun 6 bulan pernikahan kami, ALLHAMDULILLAH, semuanya semakin membaik. Jatuh bangun kami rasakan dari pernikahan yang dimulai dari nol secara ekonomi.
Ujian yang menurut saya berat adalah ketika saya harus "menyesuaikan diri"dengan sifat suami yang sangat "pemurah".
(Semoga amal ini tidak hilang ya ALLAH) ketika saya menangis, harus merelakan tabungan melahirkan saya, untuk diberikan kepada mertua, karena salah satu kakak suami menggadaikan surat rumah mertua untuk kepentingan pribadi si kakak, dan si kakak tidak mau bertanggung jawab. Namun, Gusti ALLAH boten sare, ada jalan keluar sehingga persalinan SC pun tetap bisa berlangsung selamat.
Tidak hanya itu, beberapa kejadian lain masih terjadi di tahun yang sama, bahkan di tahun-tahun selanjutnya yg memakan biaya sangat tidak sedikit. dan ini semua BUKAN karena perbuatan kami, tapi perbuatan pihak lain, dimana suami saya selalu tidak tega untuk tidak membantu (dan seringkali secara full)
Namun perlahan semua mulai bisa dibicarakan termasuk semua hal. Laba suami pun dari usaha yg dirintisnya dari titik nol mulai sedikit demi sedikit bisa diandalkan.
InsyaALLAH, tahun depan, mulai ada jalan bagi kami untuk bisa memiliki rumah sendiri dan mobil, AAAMIIIN.
Gusti ALLAH, memang tidak pernah tidur, dan selalu membalas amal baik hambaNYA dengan berlipat ganda.