Rabu, 07 Maret 2012

Kontrakan

Sudah sebulan keluarga kecil kami mencoba ngontrak dan belajar mandiri. Sebenarnya dari awal menikah, kami sudah ingin mengontrak dan pisah dari ortu. Namun, pertimbangannya adalah saat itu, kasihan kepada ortu. Kenapa? ALHAMDULILAH, selama ini ALLAH SWT memberi jalan rezeki dan solusi beberapa masalah ortu dari kami.

Namun, suatu saat suami mengingatkan saya bahwa rezeki itu dari ALLAH SWT, jadi walaupun kami pindah, suami saya yakin bahwa ALLAH SWT yg Maha Pengasih dan Maha Penyayang akan tetap memberikan jalan rezeki bagi orang tua saya.

Akhirnya kami pindah mengontrak ke Barat Jakarta. InsyaALLAH, doĆ” kami akan ada jalan pula untuk kami membeli rumah.

Dan perkataan suami terbukti. ALLAH SWT masih membuka pintu rezeki bagi orang tua saya. walaupun beberapa pengeluaran jadi harus mereka tekan habis-habisan. Tapi jalan rezeki tidak tertutup. ALLAH SWT mengajarkan bagi kami semua agar benar-benar ikhlas dan pasrah pada ALLAH SWT.

Di kontrakan pun kami mulai menata hidup. Mulai bisa mengumpulkan dan memiliki barang-barang perabotan sendiri. ALHAMDULILLAH, semua hal dalam menuju kemandirian dimudahkan.

(*Tulisan ini dibuat setelah menikmati pemandangan indah dari atas jembatan penyeberangan antar koridor Trans Jakarta*)

Selasa, 18 Oktober 2011

Seperti Melihat Ikan di Aquarium

Judul "Seperti Melihat ikan di Aquarium" ini sebenarnya nasehat Papa yang beberapa kali dia sampaikan ke saya. Sebenarnya sich kalau dipikir, mirip "Rumput Tetangga Selalu Terlihat Lebih Hijau".

Papa  tuch selalu pesan, jangan kita iri pada kehidupan orang lain. Kehidupan orang  itu terlihat indah di mata kita, karena kita hanya melihat mereka dari sisi luar.Kita ga tahu secara persis kehidupan mereka, peresaan dan babak demi babak drama kehidupan yg telah mereka lalui. Dan belum tentu kita sanggup bertahan jika kita yg ada di kehidupan mereka.

Jadi semua terlihat bagaikan ikan di aquarium, indah dan jadi pujian orang, tanpa kita tahu, bagaimana perasaan si ikan, bagaimana relationship ikan dengan keluarga dan teman-temannya, dan apa pandangan si ikan tentang hidupnya sendiri.

Jadi ga pantas kita iri pada kehidupan orang lain, apalagi jika hanya melihat dari sisi fisik dan materi. Hmmm, ini bukan lagi sok bijak, saya hanya lagi curhat dan mengingatkan diri saya sendiri kok, ga lebih dan ga kurang. Lagipula bukankah blog adalah tempat curhat